Browsing "Older Posts"

Halo sahabat selamat datang di website quotesbijak.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Babak Baru Sinta #2 – Kuota Habis, Kondisi Kritis, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Menelisik tahun-tahun ke belakang, rasanya seperti mimpi bisa sampai di titik ini. Hapeku sampai jatuh terpelanting saking girangnya melihat pengumuman SBMPTN itu. Akhirnya aku diterima di kampus negeri favorit. Tak sabar kulangkahkan kaki ini tanah Jogja —kota yang katanya selalu istimewa itu. Namun sayang, keberangkatanku ke perantauan mesti ditunda. Bayangan-bayangan indah tentang perkuliahan menjadi suram semenjak Covid-19 menyerang.

Namaku Sinta Dewi, inilah ceritaku menjadi mahasiswa baru di masa pandemi..

—–

Sinar mentari menyapa kulitku. Menelusup dari dedaunan pohon mangga depan rumah. Kicau burung terdengar lirih dari rumah tetangga. Perempuan paruh baya sedang menjemur cucunya di beranda. Pagi ini cerah dan syahdu, tak seperti hari-hari lalu. Beberapa orang melintas. Tak sedikit dari mereka yang menyapaku. Barangkali mereka heran melihatku; pagi-pagi berpakaian rapi, menatap laptop dengan wajah berseri.

Memang, sejatinya teras rumah bukanlah tempat cocok untuk mendengarkan dosen yang bermonolog di dalam layar. Terlebih buat aku yang gampang sekali hilang fokus. Aku terpaksa memilih tempat teras sebab dari setiap sudut rumah di sinilah posisi yang paling baik untuk menarik sinyal. Hari ini jadwalnya, Psikologi Komunikasi. Salah satu mata kuliah favoritku. Dosennya cukup cakap menerangkan materi dibanding dosen-dosen lain. Barangkali karena masih muda, masih semangat-semangatnya.

Sudah hampir sebulan kuliah online, aku sudah mulai hafal nama dan wajah dosenku. Lain cerita dengan teman kelasku, saking banyaknya aku jadi bingung. Entah kenapa wajah mereka masih terasa asing saja buatku. Kalau boleh memilih, terus terang aku lebih cocok dengan pertemanan di dunia nyata ketimbang maya. Tapi apa daya, di luar sana masih corona. Sistem kuliah seperti ini yang paling memungkinkan untuk dilakukan.

Gambar di layar tiba-tiba tak bergerak. Suara Pak Hasan juga tak terdengar lagi dalam earphone. Siaran terhenti. Seketika laptop dan hape kuangkat. Kubawa jalan, berpindah tempat di sekitar teras. "Ini pasti gangguan sinyal" pikirku. Sial. Kuotaku habis. "Panjuuuuuul!!"

"Apa mbak?"
"Semalam kamu pakai hape mbak buat nonton Youtube, ya?"
"……"
"Sebel banget sih, kan aku jadi nggak bisa kuliah"

Sungguh tak habis pikir dengan adikku yang satu ini. Sudah kubilang jangan dulu pakai hapeku, masih saja cari-cari kesempatan.

Aku sempat menceritakan masalah ini ke Bimo. Ia menyarankanku untuk pasang Wi-Fi. Aku sih mau saja, namun tak enak hati untuk memberatkan orangtuaku.

Jarak rumahku ke konter hape terdekat kurang lebih satu kilometer. Aku masih bisa mengejar waktu, kuliah belum lama dimulai. Kukayuh sepeda lekas-lekas. Meski kondisinya sudah butut, sepeda inilah telah menemaniku berangkat-pulang sekolah dari SMP hingga SMA. Beruntung sekali lalu lintas jalanan hari ini tak begitu ramai.

Tikungan itu sudah terlihat. Setelahnya aku hanya perlu belok ke kanan lampu merah. Tak jauh dari lampu merah itu ada toko mainan "Lucu", nah, di sebelah ruko itulah letak konternya. Lampu merah itu tak kunjung berganti hijau. Aku diburu waktu.

"Braaaak!"

Pandanganku mengabur. Orang berkerumun. Pengendara motor itu bangkit dan menghampiriku. Tak bisa kudengar. Gelap.

—–

"Berisik sekali!". Dari suaranya aku tahu bahwa Panjul sedang bermain-main dengan Razak, anak tetangga. Kepalaku pusing. Kakiku nyeri. Kubuka mataku pelan-pelan. Terakhir kali kuingat, tubuhku menggelepar di aspal. Kini sudah berpindah ke rumah. Segelas teh tersedia di meja. Di dapur terdengar percakapan Ibu dan Riski, adikku yang pertama. Hmm.. bau masakan.

"Bu.."
"Alhamdulillah kamu udah bangun. Sebentar Sin, ibu lagi bikin sayur sop kesukaanmu"
"Tolong ambilkan laptop"
"Hah.. mau ngapain kamu? Udah tiduran dulu aja"

Tumben sekali ibu sudah pulang dan masak jam segini. Kalau di lihat dari hawa panas, barangkali ini sudah jam 12 siang. Waw. Sebuah loncatan waktu yang tak terasa. Ingatan yang masih bisa kugali dari kejadian nahas tersebut ialah laju motor Supra dan suara klakson. Selebihnya, buyar. Setelah kejadian itu aku jadi tak bisa ke mana-mana. Kakiku terkilir. Bengkak. Dibuat jalan rasanya tak karuan. Sepedaku penyot. Wujudnya kini seperti orang yang sedang meringkuk kedinginan.

Hal lain yang tak terselamatkan dari kejadian itu adalah materi kuliah Pak Hasan. Aku telah melewatkan separuh kuliah Pak Hasan. Kabar terakhir yang kudapat dari grup WA kelas, beliau memberikan tugas untuk mahasiswanya. Kami disuruh bikin esai penilaian tentang komunikasi Jubir Penanganan Covid-19 dalam selama tiga bulan terakhir. Aku sama sekali tak ada bayangan untuk mengerjakannya.

Sial. Kalau saja kuotaku tidak habis mungkin aku tidak apes seperti ini. Badanku sakit, sepedaku rusak, lalu aku disuruh mengerjakan sesuatu yang tak kumengerti. Semua gara-gara Panjul! Dia memang bandel! Tidak. Dia masih bocah. Dia terlalu kecil untuk bisa paham kebutuhanku akan kuota.

Kalau saja ada Wi-Fi di rumahku, mungkin ceritanya akan lain. Sudah lah.. aku tak ingin menyalahkan siapa-siapa. Lancang pula aku menyalahkan keadaan. Masih diberi kesempatan kuliah saja mestinya aku bersyukur.

Itulah tadi informasi mengenai Babak Baru Sinta #2 – Kuota Habis, Kondisi Kritis dan sekianlah artikel dari kami quotesbijak.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Babak Baru Sinta #2 – Kuota Habis, Kondisi Kritis oleh - quotesbijak.xyz

By Blog Terbaru → Sabtu, 15 Agustus 2020

Halo sahabat selamat datang di website quotesbijak.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Babak Baru Sinta #2 – Kuota Habis, Kondisi Kritis, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Menelisik tahun-tahun ke belakang, rasanya seperti mimpi bisa sampai di titik ini. Hapeku sampai jatuh terpelanting saking girangnya melihat pengumuman SBMPTN itu. Akhirnya aku diterima di kampus negeri favorit. Tak sabar kulangkahkan kaki ini tanah Jogja —kota yang katanya selalu istimewa itu. Namun sayang, keberangkatanku ke perantauan mesti ditunda. Bayangan-bayangan indah tentang perkuliahan menjadi suram semenjak Covid-19 menyerang.

Namaku Sinta Dewi, inilah ceritaku menjadi mahasiswa baru di masa pandemi..

—–

Sinar mentari menyapa kulitku. Menelusup dari dedaunan pohon mangga depan rumah. Kicau burung terdengar lirih dari rumah tetangga. Perempuan paruh baya sedang menjemur cucunya di beranda. Pagi ini cerah dan syahdu, tak seperti hari-hari lalu. Beberapa orang melintas. Tak sedikit dari mereka yang menyapaku. Barangkali mereka heran melihatku; pagi-pagi berpakaian rapi, menatap laptop dengan wajah berseri.

Memang, sejatinya teras rumah bukanlah tempat cocok untuk mendengarkan dosen yang bermonolog di dalam layar. Terlebih buat aku yang gampang sekali hilang fokus. Aku terpaksa memilih tempat teras sebab dari setiap sudut rumah di sinilah posisi yang paling baik untuk menarik sinyal. Hari ini jadwalnya, Psikologi Komunikasi. Salah satu mata kuliah favoritku. Dosennya cukup cakap menerangkan materi dibanding dosen-dosen lain. Barangkali karena masih muda, masih semangat-semangatnya.

Sudah hampir sebulan kuliah online, aku sudah mulai hafal nama dan wajah dosenku. Lain cerita dengan teman kelasku, saking banyaknya aku jadi bingung. Entah kenapa wajah mereka masih terasa asing saja buatku. Kalau boleh memilih, terus terang aku lebih cocok dengan pertemanan di dunia nyata ketimbang maya. Tapi apa daya, di luar sana masih corona. Sistem kuliah seperti ini yang paling memungkinkan untuk dilakukan.

Gambar di layar tiba-tiba tak bergerak. Suara Pak Hasan juga tak terdengar lagi dalam earphone. Siaran terhenti. Seketika laptop dan hape kuangkat. Kubawa jalan, berpindah tempat di sekitar teras. "Ini pasti gangguan sinyal" pikirku. Sial. Kuotaku habis. "Panjuuuuuul!!"

"Apa mbak?"
"Semalam kamu pakai hape mbak buat nonton Youtube, ya?"
"……"
"Sebel banget sih, kan aku jadi nggak bisa kuliah"

Sungguh tak habis pikir dengan adikku yang satu ini. Sudah kubilang jangan dulu pakai hapeku, masih saja cari-cari kesempatan.

Aku sempat menceritakan masalah ini ke Bimo. Ia menyarankanku untuk pasang Wi-Fi. Aku sih mau saja, namun tak enak hati untuk memberatkan orangtuaku.

Jarak rumahku ke konter hape terdekat kurang lebih satu kilometer. Aku masih bisa mengejar waktu, kuliah belum lama dimulai. Kukayuh sepeda lekas-lekas. Meski kondisinya sudah butut, sepeda inilah telah menemaniku berangkat-pulang sekolah dari SMP hingga SMA. Beruntung sekali lalu lintas jalanan hari ini tak begitu ramai.

Tikungan itu sudah terlihat. Setelahnya aku hanya perlu belok ke kanan lampu merah. Tak jauh dari lampu merah itu ada toko mainan "Lucu", nah, di sebelah ruko itulah letak konternya. Lampu merah itu tak kunjung berganti hijau. Aku diburu waktu.

"Braaaak!"

Pandanganku mengabur. Orang berkerumun. Pengendara motor itu bangkit dan menghampiriku. Tak bisa kudengar. Gelap.

—–

"Berisik sekali!". Dari suaranya aku tahu bahwa Panjul sedang bermain-main dengan Razak, anak tetangga. Kepalaku pusing. Kakiku nyeri. Kubuka mataku pelan-pelan. Terakhir kali kuingat, tubuhku menggelepar di aspal. Kini sudah berpindah ke rumah. Segelas teh tersedia di meja. Di dapur terdengar percakapan Ibu dan Riski, adikku yang pertama. Hmm.. bau masakan.

"Bu.."
"Alhamdulillah kamu udah bangun. Sebentar Sin, ibu lagi bikin sayur sop kesukaanmu"
"Tolong ambilkan laptop"
"Hah.. mau ngapain kamu? Udah tiduran dulu aja"

Tumben sekali ibu sudah pulang dan masak jam segini. Kalau di lihat dari hawa panas, barangkali ini sudah jam 12 siang. Waw. Sebuah loncatan waktu yang tak terasa. Ingatan yang masih bisa kugali dari kejadian nahas tersebut ialah laju motor Supra dan suara klakson. Selebihnya, buyar. Setelah kejadian itu aku jadi tak bisa ke mana-mana. Kakiku terkilir. Bengkak. Dibuat jalan rasanya tak karuan. Sepedaku penyot. Wujudnya kini seperti orang yang sedang meringkuk kedinginan.

Hal lain yang tak terselamatkan dari kejadian itu adalah materi kuliah Pak Hasan. Aku telah melewatkan separuh kuliah Pak Hasan. Kabar terakhir yang kudapat dari grup WA kelas, beliau memberikan tugas untuk mahasiswanya. Kami disuruh bikin esai penilaian tentang komunikasi Jubir Penanganan Covid-19 dalam selama tiga bulan terakhir. Aku sama sekali tak ada bayangan untuk mengerjakannya.

Sial. Kalau saja kuotaku tidak habis mungkin aku tidak apes seperti ini. Badanku sakit, sepedaku rusak, lalu aku disuruh mengerjakan sesuatu yang tak kumengerti. Semua gara-gara Panjul! Dia memang bandel! Tidak. Dia masih bocah. Dia terlalu kecil untuk bisa paham kebutuhanku akan kuota.

Kalau saja ada Wi-Fi di rumahku, mungkin ceritanya akan lain. Sudah lah.. aku tak ingin menyalahkan siapa-siapa. Lancang pula aku menyalahkan keadaan. Masih diberi kesempatan kuliah saja mestinya aku bersyukur.

Itulah tadi informasi mengenai Babak Baru Sinta #2 – Kuota Habis, Kondisi Kritis dan sekianlah artikel dari kami quotesbijak.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Babak Baru Sinta #2 – Kuota Habis, Kondisi Kritis oleh - quotesbijak.xyz

By Blog Terbaru →

Halo sahabat selamat datang di website quotesbijak.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Deretan Quotes yang Bisa Kamu Kirim ke Sahabat Tersayang. Selamat Hari Persahabatan Internasional! oleh - quotesbijak.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Tahu nggak sih, jika ternyata tanggal 30 Juli itu rupanya merupakan Hari Persahabatan Internasional. Artinya, seluruh bangsa di berbagai belahan dunia tengah memperingati dan sepakat bahwa pada hari ini adalah hari yang penting bagi pertemanan. Hal tersebut juga telah ditetapkan secara resmi oleh PBB sejak tanggal 27 April 2011 lalu. Hari persahabatan ini dilakukan dalam rangka untuk menekan konflik yang sedang terjadi di seluruh penjuru dunia.

Masing-masing masyarakat dari berbagai negara pun tentunya juga memiliki cara tersendiri dalam mengungkapkan rasa sayangnya kepada sahabat, termasuk di Indonesia sendiri. Tak melulu dengan benda-benda mewah, sesuatu yang mahal, atau cara-cara susah lainnya, kita pun bahkan dapat mengekspresikan hari ini dengan cara mengirimkan quotes tentang persahabatan kepada orang-orang terdekat kita lo. Nah, berikut ini adalah quotes-quotes tersebut, siapa tahu berguna juga kan~

1. Beda dengan jatuh cinta yang terkadang menciptakan luka, yang namanya persahabatan itu sudah seharusnya diselimuti dengan rasa bahagia. Makanya kalau udah jadi sahabat nggak perlu berharap lebih 😀

Kalau sahabatan ya sahabatan aja~ via www.hipwee.com

2. Ada yang pernah merasakan hal ini nggak sih? Kita lebih sering percaya sama sahabat dibandingkan dengan diri sendiri. Kekuatan pertemanan itu kadang bentuknya memang aneh-aneh dan susah dinalar

Kekuatan persahabatan via www.hipwee.com

3. Setiap orang pasti punya sahabat terbaik sepanjang hidupnya. Pokoknya yang selalu ada dan siap siaga kapanpun diperlukan, sampai ngalah-ngalahin Indomaret deh. Mereka ini nih yang harus dijaga sampai akhir hayat~

Sahabat siaga via www.hipwee.com

4. Seringkali cuma gara-gara masalah cinta, kita kehilangan teman dekat karena mereka tiba-tiba berubah. Tapi jika nanti kamu udah lelah sama urusan cinta, pintu kami masih selalu terbuka kok :’)

Berubah karena cinta via www.hipwee.com

5. Semakin tinggi level pertemanan atau persahabatan, biasanya akan banyak hal-hal konyol yang terjadi. Salah satunya adalah kejadian seperti ini. Tapi mau gimana lagi, namanya juga temenan banget

Level pertemanan via www.hipwee.com

6. Namanya teman itu mau bagaimanapun juga seharusnya mendukung apa yang diusahakan oleh sahabatnya, bukannya malah minta yang nggak-nggak kayak gini. Nggak etis~

Teman nggak pernah minta ‘harga teman’ via www.hipwee.com

7. Dibaca baik-baik nih buat siapapun di luar sana. Sahabat baik itu memang mereka yang mau bantu kita saat kesusahan, tapi zaman sekarang susah nemuin orang yang nggak nyolot kalau balik ditagih hutang 🙁

Definisi sahabat terbaik via www.hipwee.com

8. Permasalah kedua yang sering menghancurkan persahabatan selalin hutang piutang adalah soal cinta yang satu ini. Jangan pada coba-coba deh ya!

Permasalahan persahabatan via www.hipwee.com

9. Sahabat adalah orang-orang yang selalu tinggal dan berada di sampingmu mau seberat apapun keadaannya. Sahabat adalah orang yang tak akan pernah meninggalkanmu meski semua hal silih berganti datang dan pergi. Sepakat?

Sahabat adalah mereka yang tetap tinggal meski dalam keadaan apapun via www.hipwee.com

10. Percaya nggak sih kalau teman terbaik itu seringkali malah nggak pernah nampak di permukaan. Tapi meski begitu, mereka selalu ada untuk kita kapanpun dan di manapun

Teman terbaik via www.hipwee.com

Untuk siapapun di luar sana, selamat hari pertemanan dan persahabatan internasional. Terima kasih sudah selalu selalu ada selama ini dalam keadaan suka dan duka maupun dalam suasana yang seringkali nggak masuk akal. Terima kasih telah bersabar mengahadapi ego masing-masing. Terima kasih juga telah selalu mengingatkan dengan pelan-pelan jika ada salah. Doa-doa terbaik untuk kita semua ya!

Itulah tadi informasi mengenai Deretan Quotes yang Bisa Kamu Kirim ke Sahabat Tersayang. Selamat Hari Persahabatan Internasional! oleh - quotesbijak.xyz dan sekianlah artikel dari kami quotesbijak.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Deretan Quotes yang Bisa Kamu Kirim ke Sahabat Tersayang. Selamat Hari Persahabatan Internasional! oleh - quotesbijak.xyz

By Blog Terbaru → Minggu, 09 Agustus 2020

Halo sahabat selamat datang di website quotesbijak.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Deretan Quotes yang Bisa Kamu Kirim ke Sahabat Tersayang. Selamat Hari Persahabatan Internasional! oleh - quotesbijak.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Tahu nggak sih, jika ternyata tanggal 30 Juli itu rupanya merupakan Hari Persahabatan Internasional. Artinya, seluruh bangsa di berbagai belahan dunia tengah memperingati dan sepakat bahwa pada hari ini adalah hari yang penting bagi pertemanan. Hal tersebut juga telah ditetapkan secara resmi oleh PBB sejak tanggal 27 April 2011 lalu. Hari persahabatan ini dilakukan dalam rangka untuk menekan konflik yang sedang terjadi di seluruh penjuru dunia.

Masing-masing masyarakat dari berbagai negara pun tentunya juga memiliki cara tersendiri dalam mengungkapkan rasa sayangnya kepada sahabat, termasuk di Indonesia sendiri. Tak melulu dengan benda-benda mewah, sesuatu yang mahal, atau cara-cara susah lainnya, kita pun bahkan dapat mengekspresikan hari ini dengan cara mengirimkan quotes tentang persahabatan kepada orang-orang terdekat kita lo. Nah, berikut ini adalah quotes-quotes tersebut, siapa tahu berguna juga kan~

1. Beda dengan jatuh cinta yang terkadang menciptakan luka, yang namanya persahabatan itu sudah seharusnya diselimuti dengan rasa bahagia. Makanya kalau udah jadi sahabat nggak perlu berharap lebih 😀

Kalau sahabatan ya sahabatan aja~ via www.hipwee.com

2. Ada yang pernah merasakan hal ini nggak sih? Kita lebih sering percaya sama sahabat dibandingkan dengan diri sendiri. Kekuatan pertemanan itu kadang bentuknya memang aneh-aneh dan susah dinalar

Kekuatan persahabatan via www.hipwee.com

3. Setiap orang pasti punya sahabat terbaik sepanjang hidupnya. Pokoknya yang selalu ada dan siap siaga kapanpun diperlukan, sampai ngalah-ngalahin Indomaret deh. Mereka ini nih yang harus dijaga sampai akhir hayat~

Sahabat siaga via www.hipwee.com

4. Seringkali cuma gara-gara masalah cinta, kita kehilangan teman dekat karena mereka tiba-tiba berubah. Tapi jika nanti kamu udah lelah sama urusan cinta, pintu kami masih selalu terbuka kok :’)

Berubah karena cinta via www.hipwee.com

5. Semakin tinggi level pertemanan atau persahabatan, biasanya akan banyak hal-hal konyol yang terjadi. Salah satunya adalah kejadian seperti ini. Tapi mau gimana lagi, namanya juga temenan banget

Level pertemanan via www.hipwee.com

6. Namanya teman itu mau bagaimanapun juga seharusnya mendukung apa yang diusahakan oleh sahabatnya, bukannya malah minta yang nggak-nggak kayak gini. Nggak etis~

Teman nggak pernah minta ‘harga teman’ via www.hipwee.com

7. Dibaca baik-baik nih buat siapapun di luar sana. Sahabat baik itu memang mereka yang mau bantu kita saat kesusahan, tapi zaman sekarang susah nemuin orang yang nggak nyolot kalau balik ditagih hutang 🙁

Definisi sahabat terbaik via www.hipwee.com

8. Permasalah kedua yang sering menghancurkan persahabatan selalin hutang piutang adalah soal cinta yang satu ini. Jangan pada coba-coba deh ya!

Permasalahan persahabatan via www.hipwee.com

9. Sahabat adalah orang-orang yang selalu tinggal dan berada di sampingmu mau seberat apapun keadaannya. Sahabat adalah orang yang tak akan pernah meninggalkanmu meski semua hal silih berganti datang dan pergi. Sepakat?

Sahabat adalah mereka yang tetap tinggal meski dalam keadaan apapun via www.hipwee.com

10. Percaya nggak sih kalau teman terbaik itu seringkali malah nggak pernah nampak di permukaan. Tapi meski begitu, mereka selalu ada untuk kita kapanpun dan di manapun

Teman terbaik via www.hipwee.com

Untuk siapapun di luar sana, selamat hari pertemanan dan persahabatan internasional. Terima kasih sudah selalu selalu ada selama ini dalam keadaan suka dan duka maupun dalam suasana yang seringkali nggak masuk akal. Terima kasih telah bersabar mengahadapi ego masing-masing. Terima kasih juga telah selalu mengingatkan dengan pelan-pelan jika ada salah. Doa-doa terbaik untuk kita semua ya!

Itulah tadi informasi mengenai Deretan Quotes yang Bisa Kamu Kirim ke Sahabat Tersayang. Selamat Hari Persahabatan Internasional! oleh - quotesbijak.xyz dan sekianlah artikel dari kami quotesbijak.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Deretan Quotes yang Bisa Kamu Kirim ke Sahabat Tersayang. Selamat Hari Persahabatan Internasional! oleh - quotesbijak.xyz

By Blog Terbaru →